<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dibalik Kebangkitan Syiah</title>
	<atom:link href="http://kebangkitansyiah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kebangkitansyiah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Oct 2007 06:59:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kebangkitansyiah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dibalik Kebangkitan Syiah</title>
		<link>http://kebangkitansyiah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kebangkitansyiah.wordpress.com/osd.xml" title="Dibalik Kebangkitan Syiah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kebangkitansyiah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Zaenal Abidin</title>
		<link>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/10/10/zaenal-abidin/</link>
		<comments>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/10/10/zaenal-abidin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 06:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kebangkitansyiah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/10/10/zaenal-abidin/</guid>
		<description><![CDATA[ Jakarta , 28 September 2007 Dari segi pencetakannya, cover dan lay out bagus, juga alih bahasanya lancar. Namun ada sedikit penerjemahan yang tidak konteks secara geopolitik. Seperti kata Sekretaris Pertahanan AS, saya yakin kata itu berasal dari US Defense Secretary, yang seharusnya diartikan Menteri Pertahanan AS. Juga ada kata Persaudaraan Muslim yang dialibahasa dari Muslim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebangkitansyiah.wordpress.com&amp;blog=1636555&amp;post=14&amp;subd=kebangkitansyiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;"><span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;" class="yshortcuts">Jakarta</span></span></font> , 28 September 2007</p>
<p><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;"> Dari segi pencetakannya, cover dan lay out bagus, juga alih bahasanya lancar. Namun ada sedikit penerjemahan yang tidak konteks secara geopolitik. Seperti kata Sekretaris Pertahanan AS, saya yakin kata itu berasal dari US Defense Secretary, yang seharusnya diartikan Menteri Pertahanan   AS. Juga ada kata Persaudaraan Muslim yang dialibahasa dari <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;" class="yshortcuts">Muslim Brotherhood</span> (yang sesungguhnya berasal dari Ikhwanul Muslimin). Bagi konteks perpolitikan, kata Ikhwanul Muslim lebih tepat daripada Persaudaraan Muslim, karena Ikhwanul Muslim memiliki konteks organisasi perjuangan Muslim di Mesir yang didirikan Hasan Al Bana. Memang untuk kesalahan pemilihan kata itu tidak banyak di dalam buku itu, tetapi terasa mengganjal saat membaca.</span></font><span id="more-14"></span></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">   Sementara itu dari  segi isi tulisan buku, setelah membaca, saya kecewa. Hal ini memang di luar tanggung jawab penerbit. Tugas penerbit hanya memilih dan mengalihbahasakan. Hanya saja buku   KS ini saya nilai –sejujurnya—tidak berbobot. &#8220;Gelar besar&#8221; Professor yang disandang Vali Nasr (VN) ternyata tidak menyentuh analisis yang obyektif di buku KS.</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">  Alasan yang mendasari pendapat saya, dengan mudahnya ia menganalisa konflikTimur Tengah dengan mendasarkan sebagai konflik panjang dua madzhab Sunni dan Syiah. Dia dengan mudah mencap perang Irak (Zaman Saddam) sebagai Sunni yang melawan Syiah  Iran . Juga bagaimana keterlibatan Saudi membantu Irak sebagai solidaritas Sunni.</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">   Analisis VN itu sebuah simplifikasi. Apa benar Saddam sadar dirinya seorang Sunni yang ingin mempertahankan Sunni-nya Irak? Pada kenyataannya Saddam lebih sadar ia seorang ideolog Marxisme dalam jubah sosialisme Arab di bawah payung Partai Ba&#8217;ath. Dalam buku &#8220;Dinasti Bush – Dinasti Saud&#8221; gamblang dikatakan Saddam dibantu AS mulai dari alat-alat pestisida pertanian – yang kemudian sebagai senjata kimia Saddam melawan  Iran dan senjata-senjata lainnya. </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">   Kalau Saddam sadar dirinya Sunni, mengapa ia selanjutnya mencaplok <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;" class="yshortcuts">Kuwait</span> &#8211;dengan menggunakan asumsi VN ttg Sunni, seharusnya  <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;" class="yshortcuts">Kuwait</span> juga disebut Negara Sunni. Jadi Sunni mencaplok saudaranya Sunni? Pada kenyataannya bukan. Yang jelas Saddam yang dikatator sekuler-sosialis itu ingin mencaplok  <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;" class="yshortcuts">Kuwait</span> dan menguasai ambisi minyak. Ini ambisi politik kekuasaan, sama sekali tak terkait aspek teologis, apalagi madzhab. </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">   Analisis politik yang kerap dikaitkan dengan aspek teologis, oleh VN tidak dipakai secara konsisten. Ia SAMA SEKALI TIDAK menyebut AS sebagai negara Kristen atau negara kafir non Islam. Sungguh lucu  kan , VN menyebut geopolitik berbagai negara di Timur Tengah, yang kebetulan beragama Islam dan bermadzhab tertentu, DIPAKSA dengan cap ideologi teologis, entah itu Sunni atau Syiah. Tapi ia tidak satu pun menyebut AS sebagai negara Kristen atau non Muslim. </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">    Kata VN ,  AS adalah bapak demokrasi . Ini tidak hanya diungkapkan dalam data analisa versinya, tapi ada kalimat yang eksplisit menyebutkan demikian di buku KS. Tapi kita tahu, AS negara demokratis untuk dirinya tidak untuk yang luar negeri, terutama yang poltik aliran Islam. Kita tahu, <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;" class="yshortcuts">Hamas</span> yang memenangi Pemilu Palestina, tidak diakui pemerintahan Bush. Sebelumnya, Partai Penyelamat Islam (FIS) di Aljazair yang memang di pemilu setempat juga tidak diakuinya. Apalagi Revolusi Islam  Iran yang dipimpin Ayatullah Khomeini beserta rakyat Iran , AS malah menentangnya dan membela rejim korup Raja Shah Pahlevi. </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">   Banyak hal dalam tulisan buku KS ini, dibuat dengan analisa semau dirinya dan timpang. Mungkin saya tidak sempat menuliskan lebih detil di <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;" class="yshortcuts">surat</span>  ini, untuk menunjuk halaman per halaman. Namun jelas terbaca logika VN didalam buku KS ini saya simpulkan: </span></font></p>
<p style="margin-left:36pt;">
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">-         provokatif dan simplikatif </span></font></p>
<p style="margin-left:36pt;">
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">-         tidak rekonsiliatif bagi Muslim, atau minimal politik Islam </span></font></p>
<p style="margin-left:36pt;">
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">-         mengagungkan kebijakan AS dan yang pro-AS </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">   Jadi siapa VN ini, apakah a thinker  of  US interest atau &#8220;perpanjangan tangan AS&#8221; untuk merusak Islam? Kalau melihat biografinya, yang saya browsing dari internet, ia memang &#8220;dekat&#8221; dengan pemerintahan AS, langsung atau tidak langsung. Tapi terlepas dari background dia, analisisnya ini alih-alih membela sebuah madzhab, ia sesungguhnya ingin mencucikan &#8220;tangan dosa&#8221; AS yang terjerembab di Irak; ia lebih senang menuding sektarianisme sebagai penyebab Irak porak-poranda, sembari memuji tinggi kebijakan AS daripada siapa sesungguhnya penyulut sektarianisme. Sebelum   AS datang dan jauh sebelum Saddam berkuasa, tidak ada sektarianisme di Irak. Syiah dan Sunni, serta Kurdi rukun di negara Irak itu. Sungguh ini menyedihkan membaca analisa VN ini bagi Muslim yang ingin adanya Persatuan Islam. </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;"><br />
Selamat berpuasa dan salam alaikum.</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;"> <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;" class="yshortcuts"></span></span></font><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">Zaenal Abidin</span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kebangkitansyiah.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebangkitansyiah.wordpress.com&amp;blog=1636555&amp;post=14&amp;subd=kebangkitansyiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/10/10/zaenal-abidin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda69514ba47bb814d1ddc0cf2d46c13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kebangkitansyiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bayang-Bayang Masa Depan Konflik Sunni-Syi’ah</title>
		<link>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/17/bayang-bayang-masa-depan-konflik-sunni-syi%e2%80%99ah/</link>
		<comments>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/17/bayang-bayang-masa-depan-konflik-sunni-syi%e2%80%99ah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 08:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kebangkitansyiah</dc:creator>
				<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/17/bayang-bayang-masa-depan-konflik-sunni-syi%e2%80%99ah/</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 16/09/2007 KONFLIK antara dua sayap aliran dalam Islam, Sunni dan Syi’ah,merupakan sebuah perselisihan yang sampai saat ini belum terlihat tepi batasnya di Timur Tengah. Perseteruan ini bukanlah sekedar perselisihan keberagamaan tua,potongan sejarah yang sudah terfosilkan sejak awal perkembangan Islam, tetapi sebuah perbenturan jati diri kontemporer.Konflik yang sangat tua,tetapi juga modern. Jurang perbedaan antara Sunni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebangkitansyiah.wordpress.com&amp;blog=1636555&amp;post=13&amp;subd=kebangkitansyiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Minggu, 16/09/2007 </span></p>
<p>KONFLIK antara dua sayap aliran dalam Islam, Sunni dan Syi’ah,merupakan sebuah perselisihan yang sampai saat ini belum terlihat tepi batasnya di Timur Tengah.</p>
<p>Perseteruan ini bukanlah sekedar perselisihan keberagamaan tua,potongan sejarah yang sudah terfosilkan sejak awal perkembangan Islam, tetapi sebuah perbenturan jati diri kontemporer.Konflik yang sangat tua,tetapi juga modern.</p>
<p>Jurang perbedaan antara Sunni dan Syi’ah hampir mirip dengan yang terjadi di kalangan Protestan-Katolik di dunia Kristen. Pertentangan antara dua model keberagamaan tersebut dalam Kristen kemudian memengaruhi kehidupan politik di kawasan Eropa.Begitu pun halnya yang terjadi pada perseteruan Sunni-Syi’ah, keduanya telah membentuk sejarah Islam dan kawasan Timur Tengah.</p>
<p>Perseteruan Sunni-Syi’ah bukan hanya tentang teologi,tetapi juga menyangkut masalah identitas kesukuan dan mengenai jati diri.Semuanya lagi-lagi bermuara pada perebutan kekuasaan politik dalam dunia Islam, khususnya Timur Tengah.Teologi biasanya hanya dijadikan alat untuk memuluskan jalan untuk mereguk panggung kekuasaan. Bermula dari konflik politik, yang berimplikasi pada teologi.</p>
<p><span id="more-13"></span>Yakni perdebatan mengenai tampuk kepemimpinan setelah wafatnya Nabi Muhammad. Menurut kaum Sunni awal, pengganti kepemimpinan Nabi tidak membutuhkan pengecualian khusus, seperti keturunan atau ikatan keluarga. Kaum Syi’ah awal menolak proses pemilihan khalifah, mereka lebih mengajukan keluarga Muhammad, yang sering dikenal sebagai ahl bait.</p>
<p>Dari perdebatan awal ini kemudian membidani lahirnya sejarah,doktrin,tradisi,dan jati diri masing-masing kelompok sampai saat ini. Keimanan dan jati diri yang bersatu dalam konflik ini,membentuk identitas tertentu dan membidani lahirnya—apa yang disebut Amartya Sen sebagai— inklusi dan ekslusi. Inklusi terhadap identitas yang sama, dan ekslusi terhadap yang lain.</p>
<p>Wajah janus identitas inilah (inklusi dan ekslusi) yang agaknya menyulut api konflik Sunni-Syi’ah di Timur Tengah,baik secara politis maupun teologis. Hingga saat ini, mayoritas penduduk Muslim dunia adalah Sunni, yang berjumlah sekitar 1,3 miliar. Sedangkan kaum Syi’ah hanya sekitar 130 juta sampai 195 juta orang,atau sekitar 10–15% dari total penduduk Muslim dunia.</p>
<p><span>Dan Timur Tengah merupakan pusat persemaian dan dominasi kekuasaan Sunni. Sekarang ini,Timur Tengah sedang meniti perjalanan yang sulit.“Timur Tengah Baru” lahir dalam suasana kegalauan, yang hadir secara berimbang dengan pengakuan jati diri Syi’ah. </span></p>
<p><span>Keruntuhan rezim Sunni di Irak yang dikomandoi Saddam Husein tahun 2003 menandai babak baru dalam lintasan sejarah di Timur Tengah, yaitu apa yang disebut oleh Vali Nasr, da-lam buku yang cukup kontroversial ini, sebagai Kebangkitan Syi’ah. Kebangkitan Syi’ah di Irak lebih dahsyat dampaknya daripada revolusi Islam Iran.Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa kebangkitan ini merupakan kelanjutan dari apa yang sudah diupayakan oleh Iran. </span></p>
<p><span>Sekurang-kurangnya, bagi anak Seyyed Hossein Nasr ini, kebangkitan Syi’ah didasarkan atas tiga pilar: kekuasaan Syi’ah yang baru di Irak; kemunculan Iran sebagai pemimpin regional; dan kekuatan Syi’ah di segala penjuru Lebanon,Arab Saudi, Kuwait, UEA, dan Pakistan. Masing-masing pilar ini saling terkait dan memperkuat satu sama lainnya.(hal 218) Tumbangnya rezim Saddam disertai dengan munculnya kepemimpinan Syi’ah di Irak—yang mayoritas penduduknya Syi’ah— memungkinkan terjadinya kebangkitan kultural dan keagamaan Syiah.</span></p>
<p><span>Di mana pusat-pusat kebudayaan dan keagamaan Syi’ah mulai terlihat geliatnya di berbagai tempat di Irak. Bukan hanya itu, masa pasca-Saddam akan semakin menguatkan, apa yang disebut Nasr sebagai, hubungan transnasional di antara penganut Syi’ah. Karena kaum Syi’ah dari berbagai belahan dunia dapat berziarah ke tempat-tempat suci, seperti Najaf, Karbala, Mashad, dan lainlain, yang pada masa Saddam dilarang. </span></p>
<p><span>Berkumpulnya kaum Syi’ah dari berbagai penjuru tersebut, bukan hanya memperkuat transnasionalisme dalam bidang kebudayaan dan keagamaan, tetapi juga perekonomian. Semua ini memudahkan akselerasi penyebaran Syi’ah. ”Kebangkitan Syi’ah”bukan hanya ditanggapi sinis oleh kalangan Sunni, dan bahkan juga diikuti dengan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh para ektrimis Sunni, terutama kaum Wahabi yang memang dikenal sebagai sponsor utama kaum militan Sunni Jihadi di Irak.</span></p>
<p><span>Bahkan sebagaimana dila-porkan oleh majalah Time (Edisi 22 Februari, 2007),para ulama,juru dakwah, dan pemimpin politik Sunni di segala penjuru dunia Arab juga ikut menyebarkan sentimen anti- Syi’ah, dengan mengatakan bahwa rangkaian pembunuhan berdarah di Irak sebagai ethnic cleansing yang dilakukan orangorang Persia (Iran). Menurut Nasr,ideologi keagamaan dan politik Sunni di Timur Tengah mulai mengarah pada militansi dan kekerasan.</span></p>
<p><span>Jika Syi’ah mulai muncul dari tahuntahun kelam pencarian ideologi, revolusi,dan ekstrimisme,Sunni tampaknya baru mulai memasuki masa-masa itu,atau setidaknya menuju jalan yang lebih kelam dan berliku.(hal 302) Sebenarnya, konflik sektarian yang terjadi di Timur Tengah antara Sunni dan Syi’ah lebih diakibatkan oleh tidak meratanya distribusi sumber kekayaan dan kekuasaan.Hanya menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lainnya. </span></p>
<p><span>Seiiring dengan berjalannya waktu,hal ini hanya dapat diatasi jika distribusi kekuasaan dan sumber kekayaan mencerminkan kenyataan demografik wilayahnya.(304) Adalah sesuatu yang tidak mudah untuk menjawab bagaimana konflik sektarian di Irak akan berakhir,kapan dan di mana pertempuran selanjutnya antara Sunni dan Syi’ah akan terjadi di dunia Islam.Tetapi yang pasti,bahwa masa depan Timur Tengah tidak akan lebih baik dari masa lalu, selama bayangbayang konflik sektarian masih terus menghantui. </span></p>
<p><span>Inilah sebuah konflik yang akan membentuk masa depan Islam, khususnya diTimurTengah. Stabilitas masa depan harus didasari pada persamaan visi bersama dari Islam dan dunia Arab—yang mengakui jati diri dan keimanan baik Syi’ah maupun Sunni,termasuk juga distribusi kekayaan dan kekuasaan— bukan pada hegemoni satu sekte atas lainnya. </span></p>
<p><span>Begitulah kurang lebih kesimpulan akhir dari buku ini. Buku ini agaknya didesain hanya untuk memetakan lintasan sejarah maupun politik Syi’ah dan Sunni di Timur Tengah, sehingga pembahasan mengenai keterlibatan Amerika dan sekutunya kurang atau bahkan tidak dibahas sama sekali di sini. </span></p>
<p><span>Dengan melokalisasi fokus pembahasannya pada serangkaian sejarah serta doktrin Sunni-Syi’ah, dan konteks politik (lokal) Timur Tengah, tentu saja hal ini bisa menjadi kelebihan, atau bahkan kekurangan dari buku ini. </span><span>Di atas semua itu, buku yang ditulis dengan gaya bercerita ini, sangat penting dibaca dan relevan dalam konteks sekarang ini.(*) </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Achmad Rifki<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span><br />
<span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> <!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kebangkitansyiah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebangkitansyiah.wordpress.com&amp;blog=1636555&amp;post=13&amp;subd=kebangkitansyiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/17/bayang-bayang-masa-depan-konflik-sunni-syi%e2%80%99ah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda69514ba47bb814d1ddc0cf2d46c13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kebangkitansyiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Vali Nasr</title>
		<link>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/17/vali-nasr/</link>
		<comments>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/17/vali-nasr/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 04:02:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kebangkitansyiah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/17/vali-nasr/</guid>
		<description><![CDATA[Vali Nasr mengajar di Naval Postgraduate School, dimana ia menjadi salah satu professor dan anggota dewan peneliti di Departemen Pertahanan Dalam Negeri. Ia juga seorang asisten senior dalam Dewan Majelis di Timur Tengah untuk Hubungan Internasional. Ia lahir di Iran dan menerima gelar B.A dari Tufts University , gelar M.A L D dari Fletcher School [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebangkitansyiah.wordpress.com&amp;blog=1636555&amp;post=11&amp;subd=kebangkitansyiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kebangkitansyiah.files.wordpress.com/2007/09/vali-nasr.jpg" title="Vali Nasr"><img src="http://kebangkitansyiah.files.wordpress.com/2007/09/vali-nasr.thumbnail.jpg?w=450" alt="Vali Nasr" /></a></p>
<p><strong>Vali Nasr</strong> mengajar di <em>Naval Postgraduate School</em>, dimana ia menjadi salah satu professor dan anggota dewan peneliti di Departemen Pertahanan Dalam Negeri. Ia juga seorang asisten senior dalam Dewan Majelis di Timur Tengah untuk Hubungan Internasional. Ia lahir di Iran dan menerima gelar B.A dari <em>Tufts University</em> , gelar <em>M.A L D dari Fletcher School of Law and Diplomacy</em>, dan gelar Ph. D dari <em>Massachussets Institute of Technology</em>. Ia telah banyak meulis mengenai politik dan agama di wilayah Timur Tengah dan Asia Selatan. Buku-bukunya yang terdahulu antara lain <em>Democracy in Iran</em>: <em>History and The Quest for Liberty</em>; <em>The Islamic Leviathan: Islam and The Making of State Power</em>; <em>Mawdudi and The The Making of Islamic Revivalism</em>; <em>The Vanguard of The Islamic Revolution</em>; <em>The Jama&#8217;at-I Islami of Pakistan</em>; dan <em>Expectation of The Millenium</em>: <em>Shi&#8217;ism in History</em>. Ia juga telah menerbitkan beberapa artikel dari Asia Selatan. Ia pernah menjadi salah seorang editor untuk kamus <em>The Oxford Encyclopedia of The Islamic World</em>. Ia juga menulis beberapa artikel untuk <em>New York Times</em>, <em>Time</em>, dan<em> Washington Post</em>, dan beberapa kali menjadi komentator di CNN, BBC, <em>National Public Radio</em>, dan <em>The Newshour with Jim Lehrer</em>. Karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Ia telah menerima anugerah penelitian dari <em>The John D.</em> and <em>Catherine T.MacArthur Foundation</em>, <em>the Harry Frank Guggenheim Foundation, dan the Social Science Research Council</em>, juga merupakan penerima<em> the Carnegie of New York</em>. Saat ini ia tinggal di <em>San Diego</em>, <em>California</em> bersama dengan istri, dua anak laki-laki, dan seorang anak perempuannya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kebangkitansyiah.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebangkitansyiah.wordpress.com&amp;blog=1636555&amp;post=11&amp;subd=kebangkitansyiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/17/vali-nasr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda69514ba47bb814d1ddc0cf2d46c13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kebangkitansyiah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kebangkitansyiah.files.wordpress.com/2007/09/vali-nasr.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Vali Nasr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebangkitan Syiah</title>
		<link>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/17/kebangkitan-syiah/</link>
		<comments>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/17/kebangkitan-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 04:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kebangkitansyiah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/17/kebangkitan-syiah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Prof. DR. Azyumardi Azra Kekerasan terus berlanjut di Irak; baik antara kekuatan perlawanan pendudukan terhadap pasukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, maupun di antara kelompok-kelompok masyarakat Irak sendiri. Dan yang paling mencolok tentu saja adalah kekerasan di antara kaum Suni dan Syiah. Kekerasan yang tidak jelas kapan berakhir itu telah mencabik-cabik kawasan yang pernah menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebangkitansyiah.wordpress.com&amp;blog=1636555&amp;post=9&amp;subd=kebangkitansyiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kebangkitansyiah.files.wordpress.com/2007/09/azumardi.gif" title="Azyumardi Azra"><img src="http://kebangkitansyiah.files.wordpress.com/2007/09/azumardi.thumbnail.gif?w=450" alt="Azyumardi Azra" /></a><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Oleh <strong>Prof. DR</strong></span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><strong>. Azyumardi Azra</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Kekerasan terus berlanjut di Irak; baik antara kekuatan perlawanan pendudukan terhadap pasukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, maupun di antara kelompok-kelompok masyarakat Irak sendiri. Dan yang paling mencolok tentu saja adalah kekerasan di antara kaum Suni dan Syiah. Kekerasan yang tidak jelas kapan berakhir itu telah mencabik-cabik kawasan yang pernah menjadi salah satu pusat peradaban tertua umat manusia dan juga pusat kemajuan peradaban Islam pada abad pertengahan.  Di tengah konflik itu ada kalangan dan bahkan sarjana yang melihat terjadinya kebangkitan Syiah, dalam konteks ini di Irak. Inilah yang menjadi tajuk buku Seyyed Vali Reza Nasr, <em><span style="font-family:Verdana;">The Shi’a Revival: How Conflict within Islam Will Shape the Future</span></em> (New York: WW Norton, 2006). Edisi Indonesia buku ini yang diterbitkan Diwan segera beredar awal Agustus 2007, sehingga para pembaca di Tanah Air dapat menikmatinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Apa sesungguhnya ‘kebangkitan Syiah’ itu? </span><span id="more-9"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Jelas, kebangkitan itu kini terkait dengan Irak pasca-Saddam Hussein dijatuhkan pasukan AS dan sekutu-sekutunya. Tumbangnya kekuasaan Saddam Hussein yang dipandang merepresentasikan kaum Suni dalam perspektif ini adalah ‘kebangkitan Syiah’ setelah berpuluh tahun berada di bawah kekuasaan Suni yang merupakan kelompok minoritas di Irak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Jika argumen tentang ‘kebangkitan Syiah’ di Irak pasca-Saddam Hussein bisa diterima, hemat saya, dalam konteks Dunia Syi’ah, ini merupakan ‘kebangkitan kedua Syiah’. Kebangkitan pertama terjadi dengan keberhasilan Revolusi Islam Iran pimpinan Ayatullah Ruhullah Khomeini pada 1979. Tetapi, berbeda dengan ‘kebangkitan kedua Syiah’ di Irak yang terjadi dalam konteks persaingan kekuasaan dengan kaum Suni, sebaliknya ‘kebangkitan pertama Syiah’ terjadi dalam pergumulan di antara kaum Syiah sendiri, dalam hal ini antara Ayatullah Khomeini versus penguasa Iran Syiah, Syah Reza Pahlevi, yang didukung AS.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Terlepas dari perbedaan semacam ini, satu hal menarik adalah kebangkitan itu berkaitan dengan faktor Amerika. Dalam konteks Iran, AS yang mati-matian membela Syah Reza Pahlevi gagal menghentikan keberhasilan Revolusi Ayatullah Khomeini. Berikutan dengan ‘kebangkitan pertama Syiah’ tersebut, upaya untuk penyebaran Syiah secara global ke negara-negara Muslim lainnya –termasuk Indonesia– berlangsung dengan intens. Walaupun hasilnya dalam pengamatan saya tidaklah sebesar yang diharapkan kalangan Syiah sendiri, yang berusaha memanfaatkan momentum keberhasilan Revolusi Ayatullah Khomeini untuk penyebaran Syiah di luar wilayah-wilayah yang selama ini merupakan kawasan mayoritas Suni.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Kebangkitan kedua Syiah di Irak sekarang ini, menurut argumen Nasr, pertama, berkaitan dengan tumbangnya kekuasaan Suni yang dipegang Presiden Saddam Hussein. Bahkan, Seyyed Vali Nasr mengklaim, tumbangnya Saddam Hussein menghasilkan terbentuknya apa yang dia sebut sebagai ‘negara Syiah Arab’ pertama. Sebagai penduduk mayoritas Irak, kaum Syiah sejak pemilu pertama pada 2005 telah mendominasi lanskap politik Irak. Pemilu yang berlangsung hanyalah mengonfirmasikan dominasi Syiah dalam politik Irak sekarang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Lebih jauh, tumbangnya Saddam Hussein juga memungkinkan terjadinya ‘kebangkitan’ kultural dan keagamaan Syiah dalam bentuk meningkatnya dinamika pusat-pusat kebudayaan dan keagamaan Syiah di berbagai tempat di Irak. Dalam masa pasca-Saddam, ratusan ribu jamaah Syiah memadati tempat-tempat yang dipandang suci di Najaf, Karbela, dan lain-lain. Berkumpulnya orang-orang Syiah dalam jumlah besar seperti itu memungkinkan terjadi penguatan hubungan transnasional di antara mereka, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tapi juga dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan kebudayaan. Inilah yang dipandang Vali Nasr –putra Seyyed Hussein Nasr, ahli tentang Islam dan sains– sebagai penguatan transnasionalisme Syiah; tidak hanya di Irak dan Iran, tetapi juga kaum Syiah di tempat-tempat lain seperti Pakistan dan Lebanon; transnasionalisme itu memungkinkan akselerasi penyebaran Syiah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Kebangkitan Syiah menurut saya sah-sah saja; dan bahkan mungkin dapat memberikan kontribusi positif bagi penguatan kaum Muslimin dan peradaban Islam. Masalahnya kemudian adalah bahwa Vali Nasr lebih menawarkan perspektif yang tidak begitu rekonsiliatif terhadap kaum Suni. Ia melihat tokoh-tokoh Syiah yang kini berkuasa di Irak dan juga di Iran termasuk Presiden Mahmoud Ahmadinejad sebagai orang-orang yang sadar betul tentang pemilahan Syiah-Suni dan sekaligus sangat bersemangat membela ajaran dan nilai pokok Syiah. Pada saat yang sama mereka bukan hanya anti-Wahabi, tapi juga anti-Suni.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Perspektif seperti ini hemat saya tidak menolong bagi terciptanya hubungan lebih baik dan harmonis di antara kedua sayap Islam; Suni dan Syiah. Kebangkitan Syiah seyogianya bukan untuk membangkitkan luka-luka lama di antara kedua kelompok umat Muslimin; tetapi justru untuk memperkuat saling pemahaman dan respek. Dengan begitu, kebangkitan Syiah dapat bermanfaat positif bagi kemaslahatan umat Islam secara keseluruhan, bukan kian memperpecah umat</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kebangkitansyiah.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebangkitansyiah.wordpress.com&amp;blog=1636555&amp;post=9&amp;subd=kebangkitansyiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/17/kebangkitan-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda69514ba47bb814d1ddc0cf2d46c13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kebangkitansyiah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kebangkitansyiah.files.wordpress.com/2007/09/azumardi.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Azyumardi Azra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebangkitan Shiah(shiah revival)</title>
		<link>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/05/kebangkitan-shiahshiah-revival/</link>
		<comments>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/05/kebangkitan-shiahshiah-revival/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2007 07:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kebangkitansyiah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/05/kebangkitan-shiahshiah-revival/</guid>
		<description><![CDATA[Penulis     : Vali Nasr Penerbit  : Diwan Publishing Pilihan editor New York Times yang menyebutkan buku ini &#8220;Berplot cepat, mengikat dan menegangkan&#8221;. Di saat semua negara di dunia sedang berjuang melawan militan Islam, Vali Nasr &#8211; salah seorang pelopor kaum intelektual di Timur Tengah &#8211; memberikan kepada kita sebuah kesempatan yang langka untuk memahami politik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebangkitansyiah.wordpress.com&amp;blog=1636555&amp;post=7&amp;subd=kebangkitansyiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://kebangkitansyiah.files.wordpress.com/2007/09/shia_revival.jpg" title="shia_revival.jpg"><img src="http://kebangkitansyiah.files.wordpress.com/2007/09/shia_revival.thumbnail.jpg?w=450" alt="shia_revival.jpg" /></a></p>
<p align="justify">Penulis     : Vali Nasr</p>
<p align="justify">Penerbit  : <a href="http://diwanpublish.com">Diwan Publishing</a></p>
<p align="justify">Pilihan editor New York Times yang menyebutkan buku ini <strong>&#8220;Berplot cepat, mengikat dan menegangkan&#8221;</strong>.</p>
<p align="justify">Di saat semua negara di dunia sedang berjuang melawan militan Islam, <strong>Vali Nasr</strong> &#8211; salah seorang pelopor kaum intelektual di Timur Tengah &#8211; memberikan kepada kita sebuah kesempatan yang langka untuk memahami politik dan teologi antagonis dalam Islam itu sendiri. <em><strong>Buku Kebangkitan Syiah (Shiah Revival)</strong></em> adalah pembuka jalan bagi perjalanan sejarah konflik sectarian dalam dunia Islam, yang menunjukkan pencarian solusi damai bertahun-tahun antara dua musuh bebuyutan Syiah dan Sunni</p>
<p align="justify"><strong>Nasr</strong> memberikan pemahaman yang unik dan obyektif mengenai pertentangan yang pahit selama 1400 tahun antara kedua sekte – menelusuri akar dari keduanya dari zaman pemerintahan <strong>Nabi Muhammad saw</strong> – memaksa kita untuk membedakan aspek aspek antara religi dan teologi dalam Islam baik secara pertentangan politik maupun militer diantara keduanya. Memberikan gambaran sejarah yang kaya dari masyarakat dan kebudayaan yang mempesona bukan saja di kawasan Timur Tengah itu sendiri tapi juga masyarakat modern Pakistan dan India . Nasr menjelaskan konflik tradisional dan mempelajari keadaan saat ini dalam pertarungan antara Arab Saudi dan Iran untuk meperebutkan kepemimpinan dalam dunia Islam secara politik dan spiritual .</p>
<p align="justify">Mulai dari kebangkitan yang provokatif dari seorang <strong>Ayatollah Khomeini</strong> sampai tekanan Saudi kepada Amerika Serikat untuk mempertahankan kekuasaan Saddam Hussein di tahun 1991, mulai dari peran yang sangat kritis dari <strong>Ayatollah Sistani</strong> dan kebangkitan religius di <em><strong>Najaf (Iraq)</strong></em> sampai konsekuensi yang harus diterima oleh Syiah melalui campur tangan Amerika, penjelasan Nasr yang mengharukan dan terperinci mengenai perpecahan antara Syiah/Sunni ini membawa kejelasan dan melihat lebih dalam terbentuknya hubungan antara dunia Islam dan Barat yang sangat rumit, bahkan penuh dengan darah.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kebangkitansyiah.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kebangkitansyiah.wordpress.com&amp;blog=1636555&amp;post=7&amp;subd=kebangkitansyiah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kebangkitansyiah.wordpress.com/2007/09/05/kebangkitan-shiahshiah-revival/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda69514ba47bb814d1ddc0cf2d46c13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kebangkitansyiah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kebangkitansyiah.files.wordpress.com/2007/09/shia_revival.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">shia_revival.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
