Zaenal Abidin

October 10, 2007

 Jakarta , 28 September 2007

Dari segi pencetakannya, cover dan lay out bagus, juga alih bahasanya lancar. Namun ada sedikit penerjemahan yang tidak konteks secara geopolitik. Seperti kata Sekretaris Pertahanan AS, saya yakin kata itu berasal dari US Defense Secretary, yang seharusnya diartikan Menteri Pertahanan AS. Juga ada kata Persaudaraan Muslim yang dialibahasa dari Muslim Brotherhood (yang sesungguhnya berasal dari Ikhwanul Muslimin). Bagi konteks perpolitikan, kata Ikhwanul Muslim lebih tepat daripada Persaudaraan Muslim, karena Ikhwanul Muslim memiliki konteks organisasi perjuangan Muslim di Mesir yang didirikan Hasan Al Bana. Memang untuk kesalahan pemilihan kata itu tidak banyak di dalam buku itu, tetapi terasa mengganjal saat membaca. Read the rest of this entry »

Bayang-Bayang Masa Depan Konflik Sunni-Syi’ah

September 17, 2007

Minggu, 16/09/2007

KONFLIK antara dua sayap aliran dalam Islam, Sunni dan Syi’ah,merupakan sebuah perselisihan yang sampai saat ini belum terlihat tepi batasnya di Timur Tengah.

Perseteruan ini bukanlah sekedar perselisihan keberagamaan tua,potongan sejarah yang sudah terfosilkan sejak awal perkembangan Islam, tetapi sebuah perbenturan jati diri kontemporer.Konflik yang sangat tua,tetapi juga modern.

Jurang perbedaan antara Sunni dan Syi’ah hampir mirip dengan yang terjadi di kalangan Protestan-Katolik di dunia Kristen. Pertentangan antara dua model keberagamaan tersebut dalam Kristen kemudian memengaruhi kehidupan politik di kawasan Eropa.Begitu pun halnya yang terjadi pada perseteruan Sunni-Syi’ah, keduanya telah membentuk sejarah Islam dan kawasan Timur Tengah.

Perseteruan Sunni-Syi’ah bukan hanya tentang teologi,tetapi juga menyangkut masalah identitas kesukuan dan mengenai jati diri.Semuanya lagi-lagi bermuara pada perebutan kekuasaan politik dalam dunia Islam, khususnya Timur Tengah.Teologi biasanya hanya dijadikan alat untuk memuluskan jalan untuk mereguk panggung kekuasaan. Bermula dari konflik politik, yang berimplikasi pada teologi.

Read the rest of this entry »

Vali Nasr

September 17, 2007

Vali Nasr

Vali Nasr mengajar di Naval Postgraduate School, dimana ia menjadi salah satu professor dan anggota dewan peneliti di Departemen Pertahanan Dalam Negeri. Ia juga seorang asisten senior dalam Dewan Majelis di Timur Tengah untuk Hubungan Internasional. Ia lahir di Iran dan menerima gelar B.A dari Tufts University , gelar M.A L D dari Fletcher School of Law and Diplomacy, dan gelar Ph. D dari Massachussets Institute of Technology. Ia telah banyak meulis mengenai politik dan agama di wilayah Timur Tengah dan Asia Selatan. Buku-bukunya yang terdahulu antara lain Democracy in Iran: History and The Quest for Liberty; The Islamic Leviathan: Islam and The Making of State Power; Mawdudi and The The Making of Islamic Revivalism; The Vanguard of The Islamic Revolution; The Jama’at-I Islami of Pakistan; dan Expectation of The Millenium: Shi’ism in History. Ia juga telah menerbitkan beberapa artikel dari Asia Selatan. Ia pernah menjadi salah seorang editor untuk kamus The Oxford Encyclopedia of The Islamic World. Ia juga menulis beberapa artikel untuk New York Times, Time, dan Washington Post, dan beberapa kali menjadi komentator di CNN, BBC, National Public Radio, dan The Newshour with Jim Lehrer. Karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Ia telah menerima anugerah penelitian dari The John D. and Catherine T.MacArthur Foundation, the Harry Frank Guggenheim Foundation, dan the Social Science Research Council, juga merupakan penerima the Carnegie of New York. Saat ini ia tinggal di San Diego, California bersama dengan istri, dua anak laki-laki, dan seorang anak perempuannya.

Kebangkitan Syiah

September 17, 2007

Azyumardi Azra

Oleh Prof. DR. Azyumardi Azra

Kekerasan terus berlanjut di Irak; baik antara kekuatan perlawanan pendudukan terhadap pasukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, maupun di antara kelompok-kelompok masyarakat Irak sendiri. Dan yang paling mencolok tentu saja adalah kekerasan di antara kaum Suni dan Syiah. Kekerasan yang tidak jelas kapan berakhir itu telah mencabik-cabik kawasan yang pernah menjadi salah satu pusat peradaban tertua umat manusia dan juga pusat kemajuan peradaban Islam pada abad pertengahan. Di tengah konflik itu ada kalangan dan bahkan sarjana yang melihat terjadinya kebangkitan Syiah, dalam konteks ini di Irak. Inilah yang menjadi tajuk buku Seyyed Vali Reza Nasr, The Shi’a Revival: How Conflict within Islam Will Shape the Future (New York: WW Norton, 2006). Edisi Indonesia buku ini yang diterbitkan Diwan segera beredar awal Agustus 2007, sehingga para pembaca di Tanah Air dapat menikmatinya.

Apa sesungguhnya ‘kebangkitan Syiah’ itu? Read the rest of this entry »

Kebangkitan Shiah(shiah revival)

September 5, 2007

shia_revival.jpg

Penulis     : Vali Nasr

Penerbit  : Diwan Publishing

Pilihan editor New York Times yang menyebutkan buku ini “Berplot cepat, mengikat dan menegangkan”.

Di saat semua negara di dunia sedang berjuang melawan militan Islam, Vali Nasr – salah seorang pelopor kaum intelektual di Timur Tengah – memberikan kepada kita sebuah kesempatan yang langka untuk memahami politik dan teologi antagonis dalam Islam itu sendiri. Buku Kebangkitan Syiah (Shiah Revival) adalah pembuka jalan bagi perjalanan sejarah konflik sectarian dalam dunia Islam, yang menunjukkan pencarian solusi damai bertahun-tahun antara dua musuh bebuyutan Syiah dan Sunni

Nasr memberikan pemahaman yang unik dan obyektif mengenai pertentangan yang pahit selama 1400 tahun antara kedua sekte – menelusuri akar dari keduanya dari zaman pemerintahan Nabi Muhammad saw – memaksa kita untuk membedakan aspek aspek antara religi dan teologi dalam Islam baik secara pertentangan politik maupun militer diantara keduanya. Memberikan gambaran sejarah yang kaya dari masyarakat dan kebudayaan yang mempesona bukan saja di kawasan Timur Tengah itu sendiri tapi juga masyarakat modern Pakistan dan India . Nasr menjelaskan konflik tradisional dan mempelajari keadaan saat ini dalam pertarungan antara Arab Saudi dan Iran untuk meperebutkan kepemimpinan dalam dunia Islam secara politik dan spiritual .

Mulai dari kebangkitan yang provokatif dari seorang Ayatollah Khomeini sampai tekanan Saudi kepada Amerika Serikat untuk mempertahankan kekuasaan Saddam Hussein di tahun 1991, mulai dari peran yang sangat kritis dari Ayatollah Sistani dan kebangkitan religius di Najaf (Iraq) sampai konsekuensi yang harus diterima oleh Syiah melalui campur tangan Amerika, penjelasan Nasr yang mengharukan dan terperinci mengenai perpecahan antara Syiah/Sunni ini membawa kejelasan dan melihat lebih dalam terbentuknya hubungan antara dunia Islam dan Barat yang sangat rumit, bahkan penuh dengan darah.

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.